Website Iklan Tayang Selamanya
Promo spesial hari ini posting iklan di situs web Media Iklan murah sekali
setidaknya satu iklan Anda harus ada di Media Iklan unikbaca.com ini, agar pengunjung
atau pengakses dapat mencari dan tahu usaha Anda, posting iklan di Media Iklan murah
🎁 Hari ini sebar iklan massal murah ke 1.050 web! DISKON!

Tampilkan postingan dengan label Perbedaan. Tampilkan semua postingan
thumbnail

Perbedaan Yang Signifikan Google Adsense Non Hosted Dan Hosted Akun

Masih banyak dari kalangan pemula dalam hal belajar bermain di daerah kawasan Adsense belum mengetahui secara pasti mengenai Perbedaan Hosted Akun dan Non Hosted Akun Google Adsense. Bagi para master tentunya sudah hal basi untuk membaca artikel ini namun dapat menjadikan pengetahuan buat para pemula penyandang gelar master Google Adsense yang sedang semangat - semangatnya memulai salah satu bisnis online yang paling menggiurkan ini.
Hal yang paling umum ditanyakan adalah mengenai Perbedaan Akun Adsense Hosted dan Non Hosted sehingga kali ini akan kita bahas sedikit banyak mengenai Beda Akun Hosted dan Non Hosted secara lebih mendalam sebagai bahan pembelajaran dikemudian harinya bagi para Blogger yang hendak mendapatkan tambahan uang jajan melalui kegiatan online ini.

Hosted Akun Google Adsense adalah akun Google Adsense yang terhubung dengan situs web mitra host dari adsense sendiri atau disebut sebagai pihak ketiga. Kalian bisa mendapatkan akun hosted ini secara cepat dan gratis tentunya melalui youtube, blogger dan hubpages. Namun jika akun adsense yang kalian miliki adalah Hosted Akun, maka kalian hanya bisa menampilkan iklan pada mitra host atau pihak ketiga saja, yaitu menampilkan iklan di youtube dan iklan di blogspot. Jika sudah kalian pastikan akun milik kalian adalah terlanjut Hosted Akun Adsense, kalian dapat mengupgrade akun hosted ke non hosted akun dengan mengorbankan sedikit uang jajan yang kalian miliki.
Baca : Cara Upgrade Akun Hosted Ke Non Hosted

Non Hosted Akun Google Adsense adalah akun adsense yang tidak terhubung sama sekali dengan situs mitra host adsense atau situs yang tanpa pihak ketiga. Kelebihan akun non hosted adalah dapat secara langsung menampilkan iklan pada situs web milik kalian yang tentunya sesuai dengan kebijakan Google situs yang hendak diberi iklan adsense. Untuk dapat memperoleh akun non hosted yang perlu kalian lakukan hanyalah mendaftarkan situs dengan domain TLD milik kalian secara langsung ke adsense.
Baca : Cara Daftar Adsense Non Hosted

Atau kalian juga bisa mendaftarkan situs yang sudah kalian hilangkan domain blogspot.com nya.
Baca : Cara Merubah Alamat Blog Menjadi Berdomain Dot Com

Kalian akan melihat tulisan berwarna merah pada pojok kanan atas akun Google Adsense kalian yang menunjukkan kenis akun Google Adsense yang kalian miliki baik itu "Hosted Akun" maupun "Non Hosted Akun".

Jika kalian menggunakan hosting blogger, maka “Andil pendapatan host” akan diterapkan yang berarti pendapatan adsense akan dipotong dengan hitungan persentase berdasarkan kesepakatan yang disebutkan secara rinci di akun adsense pada tab “akses pihak ketiga” (biasanya biaya 0% alias gratis).
thumbnail

Penjelasan Mudah Mengenai Perbedaan Pilihan Jenis Paspor 48H dan 24H

Pilihannya membuat paspor 24 halaman kerap dipertanyakan oleh petugas dari Dirjen Imigrasi Indonesia, dan waktu pengambilan paspor tersebut akan lebih lama dibandingkan dengan paspor 48 halaman.
Uraian panjang dari Kementrian Hukum dan HAM berikut ini rasanya cukup dapat Menjelaskan Secara Mudah Mengenai Perbedaan Pilihan Jenis Paspor 48H dan 24H. Jadi, apapun paspor yang Anda pilih kelak, jika berencana membuatnya, tentu sudah dipertimbangkan dengan baik.
Berikut Ulasan Mudah Mengenai Perbedaan Pilihan Jenis Paspor 48H dan 24H:

1. Menurut Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi nomor F.458.IZ.03.02 tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI), disebutkan bahwa: “paspor biasa terdiri dari 48 halaman untuk WNI masa berlaku 5 tahun dan paspor biasa terdiri dari 24 halaman untuk WNI khusus untuk keperluan umroh atau untuk para TKI di luar negeri dan untuk keperluan tugas tertentu ke luar negeri masa berlaku 3 tahun”;

2. Hal tersebut dikuatkan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: F-IZ.03.10-229 tanggal 30 Januari 2007 tentang Pemberian SPRI 24 halaman kepada calon TKI, yang pada pokoknya menjelaskan:

a. Agar pemberian SPRI 24 halaman hanya diberikan kepada Calon TKI (dst),

b. Kepada WNI non calon TKI/masyarakat umum pada prinsipnya tidak boleh diberikan SPRI 24 halaman, kecuali dalam keadaan mendesak (sakit yang perlu perawat segera) atau karena persediaan blanko SPRI 48 halaman habis (dst).

3. Berdasarkan dasar-dasar sebagaimana tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa pada awalnya peruntukkan paspor 24 halaman diberikan khusus untuk keperluan umroh atau untuk para TKI di luar negeri dan untuk keperluan tugas tertentu ke luar negeri, yang kemudian direvisi pada tahun 2007 bahwa paspor 24 halaman hanya diperuntukkan untuk WNI yang akan bekerja di luar negeri sebagai TKI.

4. Seiring dengan perkembangan sistem serta teknologi pengamanan Surat Perjalanan (Paspor) Republik Indonesia, di mana Paspor 24 halaman maupun Paspor 48 halaman memiliki standar security features (fitur-fitur pengamanan) yang sama maka kebijakan tersebut direvisi dengan dikeluarkannya surat Nomor: IMI.2-GR.04.02-1.568 tertanggal 09 November 2010 yang ditandatangani oleh Bapak Djoni Muhammad, Direktur Dokumen Perjalanan, Visa dan Fasilitas Keimigrasian a/n Direktur Jenderal Imigrasi;

5. Surat tersebut merupakan Penegasan Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 tentang Perubahan Kelima atas Petunjuk Pelaksanaan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor F-458.IZ.02.03 Tahun 1997 tentang Surat Perjalanan Republik Indonesia (SPRI) yang intinya memberi penegasan terhadap enam hal, yaitu:

a. Paspor biasa yang berisi 24 halaman mempunyai fungsi dan derajat yang sama dengan paspor biasa yang berisi 48 halaman, perbedaan terletak pada fisik jumlah halaman dan tarif PNBP;

b. Paspor biasa yang berisi 48 halaman dapat diberikan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI);

c. Masa berlaku paspor biasa yang berisi 24 halaman yang semula 3 tahun menjadi 5 tahun (sama dengan Paspor 48 halaman);

d. Masa berlaku Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang berisi 16 halaman yang semula berlaku 3 tahun menjadi 1 tahun;

e. Akan diterbitkan SPLP berbentuk lembaran dan dapat diberikan secara kolektif dengan masa berlaku paling lama 1 tahun dan hanya dipergunakan untuk perjalanan kembali ke wilayah Republik Indonesia;

f. Pembebasan biaya bagi TKI yang pertama kali bekerja di luar negeri diberikan paspor biasa berisi 24 halaman, jika menghendaki Paspor biasa yang berisi 48 halaman, maka dikenakan pembayaran biaya sesuai tarif PNBP yang berlaku bagi paspor 48 halaman.

6. Surat beserta Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi No. IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 yang menegaskan bahwa Paspor 24 dan 48 halaman memiliki derajat yang sama sebagaimana tersebut di atas, menjadi dasar yang valid hingga saat ini;

Baca: Tips Penting Saat Proses Verivikasi Data Dan Pembayaran Pembuatan Paspor

7. Surat beserta Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi tersebut di atas sudah disosialisasikan ke kantor-kantor Imigrasi seluruh Indonesia serta atase-atase imigrasi pada Perwakilan Luar Negeri, sehingga aturan ini seharusnya sudah diketahui dan dipahami oleh Pejabat dan Petugas Imigrasi di manapun berada;

8. Dikarenakan aturan-aturan sebelumnya, memang masih ada stigma di masyarakat bahwa Paspor 24 halaman adalah untuk Tenaga Kerja Indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

9. Stereotyping bahwa pemegang Paspor RI 24 halaman adalah TKI/Calon TKI ternyata juga berlaku pada Kedutaan-kedutaan Besar Negara lain, sehingga muncul kasus-kasus di mana WNI pemegang Paspor 24 halaman diperlakukan berbeda bahkan ditolak permohonan visa luar negeri oleh Pihak Kedutaan beberapa Negara (Negara Malaysia, Amerika Serikat, Australia serta Negara-negara Eropa) karena dianggap sebagai TKI/Calon TKI;

10. Guna mengantisipasi hal tersebut, Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengirimkan surat ke Kementerian Luar negeri, up. Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler cq. Direktur Konsuler agar dapat menyampaikan sosialisasi kepada Kedutaan-kedutaan Besar Negara-negara tersebut terkait samanya standar fitur-fitur pengamanan (security features) serta derajat Paspor RI 24 halaman dengan 48 halaman – namun hal tersebut nampaknya masih belum tersosialisasi dengan baik, mengingat hingga saat ini masih ada perwakilan negara lain yang menolak permohona visa bagi WNI pemegang Paspor 24 halaman;

11. Kecenderungan tersebut kadang menjadi kendala ketika petugas Imigrasi menerima permohonan Paspor 24 halaman, petugas kerap memberikan informasi/peringatan bahwa ada kemungkinan munculnya masalah ketika digunakan karena masih adanya stereotyping tersebut – hal ini acapkali disalahartikan sebagai upaya mempersulit permohonan paspor 24, padahal maksud dan tujuan petugas adalah demi kepentingan pemohon, karena dengan paspor 48 halaman, permasalahan-permasalahan yang mungkin muncul dapat dihindarkan;

12. Guna kembali menegaskan hal tersebut Pihak Direktorat Jenderal Imigrasi – Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia akan mengirimkan surat edaran kepada Kantor-kantor Wilayah serta Kantor-kantor Imigrasi. Surat yang sama juga akan kami kirimkan kembali ke Pihak Kementerian Luar Negeri agar dapat disosialisasikan kepada Perwakilan-perwakilan Negara lain;

13. Hal ini juga akan kami publish pada website Direktorat Jenderal Imigrasi - Kementerian Hukum dan HAM serta kami sebarluarkan melalui jaringan ‘portal’ yang terhubung ke seluruh kantor-kantor serta tempat-tempat pemeriksaan imigrasi.”

thumbnail

Perbedaan Yang Mencolok Antara Backpacker, Flashpacker Dan Turis

Banyak sekali istilah-istilah baru dalam dunia traveling. Para treveler juga semakin terbagi-bagi menurut gaya bepergian mereka. Istilah seperti backpacker, flashpacker, ataupun yang tidak terlalu asing lagi yaitu turis, banyak tercatat di berbagai forum.
Apa sih sebenarnya perbedaan dari ketiga tipe traveler tersebut, dan sebenarnya kamu masuk ke tipe yang mana?

Backpacker
Istilah ini seringkali kita dengar di forum-forum traveling. Backpacker adalah gaya jalan-jalan yang mengutamakan kebebasan, dan tentu saja, asas keiritan wajib diutamakan.

Biasanya kaum Backpacker ini hanya mengandalkan carrrier atau backpack untuk membawa semua barang-barangnya. Mereka hanya membawa barang yang paling penting saja, agar tidak terlalu membebani perjalanan.

Kebanyakan backpacker adalah anak-anak muda yang berkantong cekak namun senang jalan-jalan. Orientasi mereka adalah budget, namun tentu saja, mereka tidak melupakan aspek keindahan tempat wisata.
Baca : Prinsip Backpacker Yang Diutamakan Saat Travelling

Flashpacker
Istilah ini baru muncul di sekitar tahun 2000an. Flashpacker memang kata yang terbilang baru dan kurang populer dibandingkan dengan backpacker ataupun turis.

Kalau backpacker adalah traveler yang serba irit, flashpacker adalah traveler yang sedikit lebih “tidak memperhatikan duit” daripada backpacker. Flashpacker adalah kaum yang memposisikan diri diantara Backpacker dan Turis.

Sebenarnya Backpacker dan Flashpacker memiliki beberapa kesamaan mendasar. Contohnya adalah dari segi kebebasan waktu, kedua tipe tersebut sama-sama mencintai kebebasan waktu dalam traveling. Mereka tidak suka diatur oleh travel agent dan cenderung merencanakan perjalanan mereka sendiri. Bedanya, kalau Backpacker itu “budget oriented”, maka Flashpacker lebih “experience oriented” sehingga mereka mengutamakan pengalaman traveling yang berkesan, sehingga lebih agak longgar terhadap budget.
Baca : Prinsip Flashpacker Yang Diutamakan Saat Travelling

Turis
Ini adalah tipe traveler yang paling mewah. Turis berada di tempat teratas rantai makanan traveler. Kebanyakan para turis sudah tidak muda lagi, dan mereka adalah orang-orang berduit. Satu prinsip Turis untuk menguasai dunia per-traveling-an.
Baca : Prinsip Turis Yang Diutamakan Saat Travelling

Itulah tiga clan traveler dengan segala perbedaannya. Mungkin kita tidak selalu masuk pada suatu jenis traveler diatas dan berganti-ganti sesuai kondisi.
Nah, kira-kira temen-temen masuk kategori traveler yang mana?